Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.. dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.. dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada……
<

Gw mulai merasa lelah… lelah dengan mimpi2 gw. Mimpi2 yang hanya gw dan Tuhan yang tau. Mimpi2 yang selama ini gw pendam, yang hanya bisa gw sampaikan melalui bait-bait doa di setiap sujud gw… Hanya kepada Sang Khalik lah gw bisa meluapkan semua mimpi2 itu. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan… tapi semua mimpi2 itu hanya tetap menjadi sebuah pengharapan yang tiada kunjung jelas kapan datangnya.

Cape… Itu yang mulai gw rasakan akhir2 ini. Gw bahkan mulai melupakan mimpi2 itu di setiap doa gw sekarang. Gw tau gw salah, gw tau kalau kpengen mewujudkan sesuatu itu ga boleh lepas dari ikhtiar dan doa. Ikhtiar tanpa doa ga akan ada hasilnya, dan begitupun sebaliknya. Ikhtiar dan doa seumpama sekeping uang logam yang mempunyai 2 sisi. Selamanya akan terus berjalan beriringan.

Tapi sampai kapan ? sampai kapan gw harus menunggu ? sampai kapan gw harus terus berharap sesuatu yang ga pasti ? Ain’t that wasting my time ? Huhuhu… Terkadang gw ngerasa frustasi juga, frustasi dengan segala upaya yang telah gw lakukan tapi tanpa ada hasilnya. Mungkin doa gw masih kurang. Mungkin doa gw belum maksimal. Atau mungkin mimpi2 yang ini bukan bagian dari jalan takdir gw.

Walaupun Andrea Hirata melalui Novel Tetralogi Laskar Pelangi-nya yang spektakuler berhasil membuktikan kalau semua mimpi2 itu pasti bisa terwujud asalkan ada keinginan dan usaha yang maksimal, tapi tetap bagi gw mimpi2 gw ini hanyalah akan menjadi sebuah mimpi. Terlalu sulit untuk menjadi kenyataan, terlalu mustahil untuk diwujudkan.

Aaaaah… gw stuck. Gw seakan jalan di tempat, seolah ada tembok raksasa transparan yang menghalangi gw untuk melangkah maju. Should I forget all these dreams ? :(

October 12th, 2008 at 4:35 am