Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.. dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.. dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada……
<

Setiap gw melewati mejanya, pasti dia sedang asik mengagumi dirinya sendiri di kaca kecil berukuran 5 x 10 cm. Persis legenda Narcissus yang gemar mengagumi dirinya sendiri di pantulan sebuah danau. Kadang gw suka geli, she’s also remind me of the fairy tale Snow White and the Seven Dwarfs, when every day the Wicked Queen ask “Mirror, mirror on the wall, who is the fairest one of all?”

Kaca mungil itu selalu terletak di atas mejanya, tidak pernah jauh2 dari jangkauan tangannya. Jadi bukan hanya sesekali gw memergoki dia asik berkaca di waktu2 seharusnya dia di bayar untuk bekerja. Mungkin karena selama ini teman2 gw kebanyakan cowo, jadinya gw suka ga abis pikir, kenapa sih bisa ada seorang wanita yang sangat gemar mengagumi dirinya sendiri di sebuah kaca ? Memangnya kenapa seandainya tidak berkaca ?

Ok, gw akuin penampilan itu memang penting. Apalagi di dunia kerja, ada aturan tidak tertulis yang selalu menuntut kita untuk berpenampilan rapih, necis, dan segar. Tapi kan ga harus juga dengan setiap2 detik ngaca ? Toh menurut seorang gadis di counter kosmetik yang sering gw introgasi setiap gw mo beli “perlengkapan perang gw”.., bedak, blush on, eye shadow, dan kawan2nya itu dapat bertahan cukup lama kok di wajah selama tidak terkena sapuan air. Bahkan ada beberapa merk kosmetik mahal yang sekarang tidak akan luntur walaupun kita cuci muka atau berwudhu.

Dan kalaupun seandainya dia bukan ngaca untuk ngecek make-up, misalnya untuk ngecek kondisi rambutnya mungkin, tetap saja tidak logis dengan kebiasaannya yang setiap2 detik berkaca. Karena dia kerja di kantor, di sebuah ruangan tertutup ber-ac yang bisa dipastikan tidak akan ada hembusan angin dari luar yang bisa masuk untuk merusak tatanan rambutnya.

Pengamatan gw menemukan jalan buntu. Gw masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang berputar di benak gw slama ini: Kenapa wanita di kantor gw itu tidak bisa terlepas jauh2 dari kaca mungilnya ?

October 18th, 2008 at 7:48 am